Bisnis.com, MALANG—Wisatawan yang memilih berwisata di pantai di Kabupaten Malang untuk waspada sehingga bersikap hati-hati dengan tidak meremehkan ombak di Laut Selatan.
Kepala Subseksi Penanggulangan Bencana PMI (Palang Merah Indonesia_ Kabupaten Malang, Mudji Utomo, mengatakan dalam situasi seperti saat ini watawan ditututup tetap meningkatkan kewaspadaan.
“Jangan meremehkan ombak di Pantai Selatan," katanya di Malang, Selasa (25/12/2018).
Bencana tsunami yang menerjang pantai Selat Sunda, kata dia, perlu menjadi peringatan bersama untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan.
Hal itu dilakukan mengingat selama liburan Natal dan tahun baru, objek wisata pantai di Kabupaten Malang menjadi destinasi primadona.
Data yang ada menunjukkan, ganasnya ombak pantai di selatan Malang sudah banyak menelan korban jiwa. Selama Januari-Desember 2018 ada 9 kejadian laka laut, 8 orang meninggal dunia dan 2 orang hilang.
Baca Juga
Meski ada petugas dan peralatan sirine bahaya di kawasan pantai, namun para pengunjung tetap diminta mengutamakan keselamatan diri dan keluarga masing-masing.
Di Kabupaten Malang, objek wisata pantai memang tidak ditutup. Namun, dia mengingatkan, agar wisatawan tkan agar lebih berhati-hati saat mandi di bibir pantai karena gelombang laut sekarang mencapai 2,5 meter.
Dia meyakinkan, petugas PMI terus bersiaga di pantai Balekambang, Bajulmati, Sendangbiru, Ngantep, Sipelot dan Lenggoksono. Objek wisata itu masuk wilayah Kecamatan Bantur, Sumbermanjing Wetan, dan Tirtoyudo.